Menanam
merupakan kegiatan menumbuhkan suatu tanaman untuk tujuan tertentu. Beberapa
tujuan menanam diantaranya mencukupi kebutuhan masyarakat skala kecil maupun
besar atau skala nasional seperti menanam tanaman pangan yakni padi, jagung,
atau tanaman pangan lainnya, pemanfaatan halaman yakni dengan tujuan estetis
seperti menanam bunga di halaman rumah atau menanam tanaman bermanfaat lainnya
seperti sansiviera yang dapat menyerap polusi udara, lavender untuk mengurangi
hinggapan dan perkembangbiakan nyamuk, dan jenis tanaman dengan tujuan lainnya.
Beberapa keuntungan menanam skala rumahan adalah dapat dikerjakan kapan saja,
sebagian besar dikerjakan di area rumah, beberapa tanaman dapat diatur sesuai
kebutuhan sinar matahari sehingga bagian rumah mana saja bisa termanfaatkan,
dapat melakukan pengaturan model penanaman apabila tidak tersedia lahan tanam
yang luas, waktu panen lebih terjadwal sesuai keinginan dan kebutuhan, dan
lain-lain.
Salah satu
teknik bertanam yang dapat dilakukan adalah hidroponik. Dengan lahan pekarangan
rumah yang sempit, hidroponik dapat diaplikasikan dengan mudah. Bisa
mengaplikasikan sistem wick, serta sistem dengan instalasi sekalipun. Bagaimana
kreativitas sang pemilik rumah sekaligus pelaku tanam. Hidroponik dapat
menjawab kegelisahan masyarakat perkotaan yang minim lahan bertanam. Hidroponik
juga sudah menjadi gaya hidup yang banyak disebut dengan “urban farming”.
Dalam hal ini,
kita akan membahas mengenai menanam skala rumahan. Tidak hanya pemenuhan skala
besar yang diperhatikan mulai dari pola tanam, media tanam, jenis tanaman,
pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman atau OPT, kemudian pengolahan limbah,
dan lainnya terkait proses menanam, hal tersebut juga wajib diperhatikan dalam
usaha keberhasilan menanam skala rumahan. Keberhasilan tersebut diupayakan
tidak hanya bisa bermanfaat bagi kebutuhan sendiri, diharapkan bermanfaat bagi
orang lain dan komponen lainnya.
Sumber Informasi:




